forex trading logo

Kalender

Last month December 2016 Next month
S M T W T F S
week 48 1 2 3
week 49 4 5 6 7 8 9 10
week 50 11 12 13 14 15 16 17
week 51 18 19 20 21 22 23 24
week 52 25 26 27 28 29 30 31

Produk Hukum Banyak di Download

Majelis Wali Amanat
SAMBUTAN KETUA MAJELIS WALI AMANAT INSTITUT PERTANIAN BOGOR PADA SIDANG PERIPURNA TERBUKA MAJELIS WALI AMANAT IPB DENGAN AGENDA LAPORAN KINERJA REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR TAHUN 2016SAMBUTAN KETUA MAJELIS WALI AMANAT INSTITUT PERTANIAN BOGOR PDF Print E-mail
Thursday, 06 October 2016 03:12

SAMBUTAN

KETUA MAJELIS WALI AMANAT
INSTITUT PERTANIAN BOGOR

PADA SIDANG PERIPURNA TERBUKA MAJELIS WALI AMANAT IPB

DENGAN AGENDA

LAPORAN KINERJA REKTOR
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
TAHUN 2016




Bismillahir Rahmaanir Rahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Yang kami hormati,
 Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, serta jajarannya.
 Gubernur Jawa Barat.
 Rektor PTN dan PTS di Wilayah Bogor dan Jawa Barat.
 Bupati dan Walikota.
 Pimpinan dan Anggota Majelis Wali Amanat IPB.
 Ketua dan Anggota Komite Audit IPB.
 Ketua, Sekretaris, dan Anggota Senat Akademik IPB.
 Ketua, Sekretaris, dan Pimpinan Komisi Dewan Guru Besar IPB.
 Rektor berserta seluruh jajaran pejabat Struktural di Lingkungan  IPB.
 Perwakilan Tenaga kependidikan dan Mahasiswa.
 Mitra Kerja IPB dan Undangan serta hadirin yang berbahagia.

Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadhirat Allah SWT, karena atas ijin dan Ridha-Nya kita semua dapat berkumpul bersama di Auditorium  Andi Hakim Nasoetion ini dalam kondisi sehat wal afiat untuk mengikuti Sidang Paripurna Terbuka MWA IPB dengan  agenda  Laporan Kinerja Rektor IPB Tahun 2016.  Masih dalam rangkaian dari kegiatan Dies Natalis IPB ke 53 Tahun 2016, kali ini untuk ke dua kalinya, MWA IPB  melaksanakan Sidang Paripurna Terbuka MWA IPB dengan agenda khusus Laporan Kinerja  Rektor IPB Tahun 2016, sebagai wujud akuntabilitas IPB kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 66 Tahun 2013 tentang Statuta Institut Pertanian Bogor, IPB memiliki visi menjadi terdepan dalam memperkokoh martabat bangsa melalui pendidikan tinggi unggul pada tingkat global di bidang pertanian, kelautan dan biosains tropika, sehingga dapat menjadikan IPB  sebagai “Perguruan Tinggi Berbasis Riset, bertaraf internasional, dan Penggerak Prima Pengarusutamaan Pertanian. Untuk mewujudkan visi tersebut, sistem pengelolaan IPB mempunyai 4 organ terdiri atas Majelis Wali Amanat (MWA), Rektor, Senat Akademik (SA), dan Dewan Guru Besar (DGB).

MWA-IPB Periode Tahun 2014-2019 yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Mendikbud RI Nomor 165/MPN.A4/KP/2014 tanggal 3 Juli  2014 Tentang Pemberhentian Anggota Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor Masa Transisi Tahun 2012-2013 dan Pengangkatan Anggota Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor Periode 2014-2019 pada saat ini memasuki tahun ke tiga  periode kepengurusannya. Anggota MWA IPB saat ini berjumlah 17 orang terdiri atas Menteri, Rektor, 8 orang mewakili Senat Akademik IPB, 1 orang unsur tenaga kependidikan, 1 orang unsur mahasiswa, 1 orang unsur alumni, dan 4 orang mewakili unsur masyarakat. Dalam melaksanakan tugasnya MWA mempunyai unsur kelengkapan yaitu Komite Audit (KA-IPB), komisi, panitia ad hoc dan sekretariat. 

MWA adalah organ IPB yang menyusun  dan menetapkan kebijakan umum IPB, diantaranya  menetapkan kebijakan umum dan rencana jangka panjang 25 (dua puluh lima) tahun yang diusulkan oleh Rektor dan SA;  menetapkan rencana strategis 5 (lima) tahun serta rencana kerja dan anggaran tahunan IPB yang diusulkan oleh Rektor; serta melaksanakan pengawasan dan pengendalian umum atas pengelolaan bidang non akademik. Berdasarkan  kebijakan umum dan renstra IPB tersebut, Rektor menyusun dan melaksanakan rencana strategis dan rencana jangka panjang, serta menyusun dan/atau menetapkan kebijakan operasional akademik dan non akademik. Senat akademik memiliki kewenangan untuk merumuskan dan menetapkan norma dan kebijakan akademik. Berbagai bidang keilmuan selalu berkembang secara dinamis, untuk itu  melalui Dewan Guru Besar, para guru besar IPB dapat menyampaikan pemikiran atau pandangan keilmuan, penegakan etika, dan pengembangan budaya akademik kepada Rektor, SA dan MWA. Adanya keselarasan dan harmonisasi dalam pelaksanaan tugas masing-masing organ di IPB sangat diperlukan untuk dapat mewujudkan visi, misi, dan mandat  IPB sesuai dengan Statuta IPB.

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia,
Sebagai Perguruan Tinggi Pertanian tertua, terbesar, dan terkemuka di Indonesia yang mengajarkan, meneliti dan mengembangkan hampir seluruh bidang keilmuan pertanian, kelautan dan biosains tropika IPB dituntut untuk mampu memberikan kontribusi nyata bagi daya saing bangsa dan memberi solusi bagi permasalahan bangsa khusus masalah pangan, energi, kesehatan, kemiskinan, lingkungan, kelautan dan masalah kemaritiman, serta permasalahan bangsa Indonesia lainnya.

IPB dituntut untuk berperan aktif dan memberikan kontribusi yang lebih nyata dalam pembangunan pertanian, perdesaan, kelautan, maritim dan lingkungan. IPB perlu berupaya dan terus bekerja keras dan cerdas agar dapat lebih berperan bagi keunggulan bangsa Indonesia di kancah persaingan dunia dalam mencetak sumberdaya manusia yang berkualitas dan berakhlak, menyiapkan insan terdidik  yang unggul, profesional, dan berkarakter di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika serta peningkatan kualitas kehidupan secara berkelanjutan sesuai dengan visi dan mandat yang diberikan Negara kepada IPB. Kita meyakini bahwa Pimpinan IPB telah berupaya dan bekerja keras untuk melaksanakan tugas dan tuntutan tersebut. Dilaporkan bawa kinerja IPB dari perspektif stakeholders melalui peran dan citra IPB serta akses masyarakat dalam pemanfaatan IPTEKS untuk target tahun 2016 telah  mencapai 75,12%. 
IPB memiliki SDM yang sangat tangguh berdasarkan jumlah dosen yang bergelar doktor dengan jabatan akademik lektor kepala dan guru besar. Dosen IPB dikenal sebagai pakar yang unggul dan berkualitas, yang diakui secara nasional dan internasional berdasarkan prestasi yang diraihnya. 
Berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI tahun 2016. IPB menduduki urutan pertama dalam bidang SDM, dan urutan kedua dalam bidang penelitian, mengungguli perguruan tinggi lain di Indonesia. Secara keseluruhan, IPB menempati peringkat keempat setelah ITB, UGM dan UI, dengan total skor IPB 3,54, satu tingkat turun dibandingkan dengan tahun lalu. Jumlah prestasi dan inovasi yang diraih IPB juga terus meningkat. Dari pemeringkatan QS World Ranking, khusus bidang pertanian dan kehutanan, IPB menduduki peringkat 101- 150 perguruan tinggi terbaik didunia. IPB juga tercatat menempati peringkat 1 di Indonesia dan 93 di dunia untuk web of repositories. Selain itu IPB dinyatakan sebagai Perguruan Tinggi dengan Komersialisasi Paten” Terbanyak” di Indonesia dari Direktorat Hak atas Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM. 

Sejumlah prestasi dan penghargaan inovasi tahun 2016 telah dicapai, juga sebagian disertai dengan penguatan akses publik dan masyarakat terhadap produk-produk inovasi tersebut, baik dalam format komersialisasi dan skema kemitraan dengan dunia usaha, maupun sinergi dalam berbagai program pemerintah dan elemen-elemen masyarakat lainnya. 

Kita masih ingat tahun lalu (2015) IPB telah memberikan kontribusi nyata dan membanggakan dengan penemuan varietas Padi IPB 3S dan teknologi IPB Prima yang  menghasilkan produksi ubinan padi 13,4 ton/ha. MWA mendapat laporan bahwa saat ini IPB 3S telah banyak digunakan petani. Untuk memenuhi permintaan benih tersebut dan dalam skala lebih besar untuk menunjang ketahanan pangan, pada tahun 2016 IPB mendapatkan competitive funding sebesar Rp. 9,8 Milyar dari Kementerian Ristek dan Dikti untuk membangun Start-up Seed Industry dan Seed Center untuk peningkatan padi IPB 3S. Kami juga sangat senang dan mengucapkan selamat kepada IPB atas prestasi lainnya yang juga memberikan kontribusi untuk ketahanan pangan nasional. Tahun 2016 IPB telah mengembangkan kedelai dengan sistem budi daya jenuh air (BJA) di beberapa daerah pasang surut di Indonesia. Teknologi ini telah mampu meningkatkan produksi kedelai menjadi 2 ton/ha dari rata-rata produksi nasional 0,9 ton/ha.

Saudara-saudara sekalian, khususnya keluarga besar IPB.
IPB didirikan dengan mandat khusus yaitu menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi dalam rumpun ilmu pertanian dan ilmu-ilmu yang mendukung berkembangnya pertanian dalam arti luas untuk pembangunan pertanian Indonesia, dengan kompetensi utama pertanian tropika. Melalui mandat ini IPB sangat diharapkan untuk mengembangkan ilmu-ilmu pertanian dan menghasilkan sarjana agar dapat berpartisipasi memajukan dan mengembangkan pertanian, maka kembali MWA berpesan, hendaklah kita tetap konsisten dengan core competence pertanian untuk tetap mengembangkan ilmu-ilmu pertanian dan pendukungnya serta mendidik dan menghasilkan SDM unggul dalam bidang ilmu pertanian dan ilmu-ilmu pendukungnya.
Selain memiliki SDM yang sangat tangguh juga mempunyai alumni yang kompeten, mudah beradaptasi sehingga mampu bekerja di berbagai bidang. Mereka yang tersebar di berbagai tempat, dalam dan luar negeri dengan profesi yang beragam, merupakan mitra utama IPB untuk memajukan bangsa. Potensi yang besar ini perlu digali, dimanfaatkan secara optimal dengan mengupayakan terbentuknya sinergi yang harmonis antara almamater dengan para alumni. Diharapkan, sinergi ini akan melahirkan konsep-konsep kebijakan dan praktek bisnis yang dapat diimplentasikan pemerintah dan dunia usaha untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan cara demikian keberadaan IPB akan dirasakan oleh masyarakat Indonesia dan masyarakat global, sehingga pengakuan sebagai “world class university” akan lebih mudah terwujud.

Pengakuan world class university (WCU) oleh masyarakat dunia adalah resultante dari kegairahan seluruh sivitas akademika IPB terhadap prinsip-prinsip tridharma perguruan tinggi yang menjadi mandatnya, bukan pengakuan formal atas pemenuhan dokumen-dokumen akreditasi semata. Ada keselarasan antara budaya akademik yang berkembang dengan capaian akreditasi yang menjadi ukuran-ukuran pengakuan tersebut.

Saudara Rektor yth,
MWA sangat mengapresiasi komitmen Rektor untuk meneguhkan etika akademik, membangun integritas kepemimpinan yang dapat membuat “academic atmosphere yang lebih baik” serta menjaring dan mengakomodasi  aspirasi sivitas akademika, untuk lebih memperkuat kearifan kolektif kampus dan penguatan sistem organisasi Institut. MWA tidak pernah bosan mengingatkan kembali beberapa aspirasi dan harapan para pemangku kepentingan pada pemilihan Rektor Tahun 2012 4 (empat) tahun yang lalu ada lima hal yang sangat diharapkan terhadap IPB yaitu :

  1. Respon Strategis IPB terhadap Berbagai Permasalahan Bangsa. IPB perlu  meningkatkan dan mempertajam perannya dalam merespon isu-isu strategis  yang dihadapi bangsa saat ini, termasuk dalam menjawab tantangan mewujudkan kedaulatan pangan, tantangan poros maritim, masalah kemiskinan, lingkungan dan lain-lain.
  2. Penguatan Peran IPB.  IPB seyogyanya menjadi “magnet” dan “pemberi solusi” yang nyata pagi para petani, nelayan dan pembudidaya ikan, peternak, masyarakat sekitar hutan, pengusaha kecil dan menengah, dan dunia usaha yang mengharapkan inovasi produk-produk pertanian yang bernilai tambah.
  3. Peningkatan Kecintaan dan Empati Civitas Akademika terhadap Petani.  IPB perlu berupaya  meningkatkan kecintaan dan empati mahasiswa dan staf pengajar IPB pada petani, nelayan dan masyarakat pedesaan melalui kegiatan akademik maupun non akademik.
  4. Peningkatan Kualitas Calon Mahasiswa. IPB perlu terus berupaya  memperkuat minat calon-calon mahasiswa terbaik atau berkualitas dari seluruh pelosok nusantara untuk memasuki IPB.
  5. Penguatan Tata Kelola Institut.  IPB perlu berupaya menguatakan tata kelola institut dengan menerapkan prinsip tata kelola yang baik (good university governance)


Pada Sidang Paripurna Terbuka MWA ini, diharapkan Rektor dapat menyampaikan laporan kinerja Tahun 2016 dengan semangat perkembangan dan perubahan IPB sesuai dengan mandat IPB, sebagai bentuk akuntabilitas IPB terhadap seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat, sebagai refleksi dari hasil harmonisasi, kerjasama dan kerja cerdas antar ke empat organ IPB (MWA, Rektor, SA dan DGB). Secara internal Senat Akademik (SA) mengevaluasi pelaksanaan kebijakan akademik yang dilakukan rektor, dan Komite Audit sebagai perangkat MWA yang menjalankan fungsi pengawasan non akademik dengan melakukan evaluasi hasil audit internal dan eksternal atas penyelenggaraan IPB.   

MWA mencatat ada 2 (dua) kebijakan penting dari Pimpinan IPB yang  menjadi bahan diskusi di kalangan sivitas akademika dan tenaga kependidikan di IPB yaitu terkait Sistem Imbal Jasa dan Green Transportation. Untuk kedua kebijakan ini yang bertujuan untuk menjadikan IPB yang lebih baik, MWA memberikan apresiasi .
Untuk kebijakan SIJ, sesuai dengan saran dari MWA, masukan dari berbagai pihak, Pimpinan IPB telah mengimplementasikan sistem ini secara “iteratif” dengan beberapa tahap. Untuk proses iterative MWA telah berinisiatif dan mengusulkan kepada Rektor untuk membentuk Tim Gabungan SIJ terdiri atas perwakilan dari MWA, SA, Rektorat, dan DGB.
Alhamdulillah proses iteratif ini untuk tahap awal telah selesai. Meskipun demikian dalam tahap interatif berikutnya masih banyak yang perlu disempurnakan. MWA berpesan agar SIJ ini dilaksanakan secara penuh setelah semua peraturan dan perangkat lain telah selesai disusun dan secara intensif disosialisasikan kepada seluruh pihak yang berkepentingan.
Kita semua tidak mengharapkan penerapan sistem ini menimbulkan gejolak di kalangan dosen dan tenaga kependidikan, menyebabkan demotivasi dosen dan tenaga kependidikan serta menurunnya atmosfer akademik di IPB, yang mungkin akan mempengaruhi kualitas akademik IPB. Demikian juga untuk penerapan sistem green campus termasuk green transportation, MWA mengharapkan IPB membuat perencanaan yang lebih matang dan roadmap yang jelas, serta mensosialisasikan kepada seluruh stakeholders.
Para hadirin yang berbahagia,
MWA sebagai organ Institut (IPB) memegang amanah dari pemerintah, institut dan masyarakat. Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor (MWA-IPB) Periode Tahun 2014-2019 yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Mendikbud RI Nomor 165/MPN.A4/KP/2014 tanggal 3 Juli  2014 .  MWA-IPB mempunyai tiga komsi yaitu:  Komisi I,  Bidang Pengembangan Institusi dan Kebijakan Umum, Komisi II, Bidang Pengembangan Bisnis dan Kemitraan, dan Komisi III, Bidang Keuangan dan Administrasi Umum. Sejak Januari sampai dengan September Tahun 2016 telah melaksanakan tugas dan fungsi  secara singkat sebagai berikut:

  1. Sidang Paripurna MWA.

Sidang Paripurna MWA IPB telah membahas hal-hal strategis terkait dengan: (a) Pengesahan Laporan MWA Tahun 2015; (b) Pengesahan Kinerja MWA Tahun 2016; (c) Pengesahan Revisi RKA IPB Tahun 2016;  (d)  Pembahasan Sistem Imbal Jasa IPB; (e)   Monev Implementasi Organisasi dan Tata Kerja IPB,  dan (f)  Pembahasan  Draft  Peraturan Majelis Wali Amanat IPB Tentang   Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu Rektor Institut Pertanian Bogor, dan (f) Laporan Kinerja Rektor IPB Tahun 2016 (yang sedang berjalan hari ini).

2. Pemantapan Organisasi.

MWA IPB telah melakukan pergantian antar waktu untuk anggota MWA yang berasal dari unsur mahasiswa.


3.      Produk Hukum MWA IPB.

  1. MWA IPB telah menghasilkan 5 (lima) peraturan  MWA  yaitu :
  2. Peraturan MWA Nomor : 17/MWA-IPB/2016 tentang Pengesahan Pergantian Antar Waktu Keanggotaan Senat Akademik Institut Pertanian Bogor Periode 2014-2019;
  3. Peraturan MWA Nomor : 18/MWA-IPB/2016 Tentang Perubahan atas Peraturan Majelis Wali Amanat IPB Nomor 001/MWA-IPB/2014 Tentang Pengesahan Keanggotaan Senat Akademik Institut Pertanian Bogor Periode 2014-2019;
  4. Peraturan MWA Nomor : 19/MWA-IPB/2016 Tentang Perubahan atas Peraturan Majelis Wali Amanat IPB Nomor 002/MWA-IPB/2014 Tentang Pengesahan Ketua Senat Akademik Institut Pertanian Bogor Periode 2014-2019;
  5. Peraturan MWA Nomor : 20/MWA-IPB/2016 Tentang Perubahan atas Peraturan Majelis Wali Amanat IPB Nomor 003/MWA-IPB/2014 Tentang Pengesahan Sekretaris Senat Akademik Institut Pertanian Bogor Periode 2014-2019; dan
  6. Peraturan MWA Nomor : 21/MWA-IPB/2016 Tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu Rektor Institut Pertanian Bogor.

Selain itu MWA juga telah menghasilkan 7 (tujuh) Keputusan MWA sebagai berikut:

  1. Keputusan MWA Nomor 16/MWA-IPB/2016 Tentang Pengesahan Pergantian Sekretaris Dewan Guru Besar Institut Pertanian Bogor Periode 2016-2020;
  2. Keputusan MWA Nomor 17/MWA-IPB/2016 Tentang Persetujuan untuk mengikuti Kegiatan MWA-IPB bagi Calon Anggota MWA Pengganti Antar Waktu dari Unsur Mahasiswa;
  3. Keputusan MWA Nomor 18/MWA-IPB/2016 Tentang Pengesahan Revisi Rencana Kerja dan Anggaran Institut Pertanian Bogor Tahun 2016;
  4. Keputusan MWA Nomor 19/MWA-IPB/2016 Tentang Pembentukan Panitia Ad-Hoc Kegiatan Monitoring  dan Evaluasi Kinerja Semester 1 Tahun 2016 Institut Pertanian Bogor Tahun 2016;
  5. Keputusan MWA Nomor 20/MWA-IPB/2016 Tentang Pembentukan Panitia Ad-Hoc Penelaahan Final Draft Sistem Imbal Jasa Institut Pertanian Bogor Tahun 2016;
  6. Keputusan MWA Nomor 21/MWA-IPB/2016 Tentang Pembentukan Panitia Ad Hoc Pengkajian Sumber-Sumber Pendanaan Internal Institut Pertanian Bogor Tahun 2016, dan
  7. Keputusan MWA Nomor 22/MWA-IPB/2016 Tentang Pembentukan Panitia Ad-Hoc Evaluasi Organisasi dan Tata Kerja Institut Pertanian Bogor Tahun 2016.

4. Koordinasi MWA dengan Rektor, dan SA dalam rangka inisiasi pembuatan Kebijakan Umum dan Rencana Jangka Panjang IPB yang diusulkan oleh   Rektor dan  SA.

5. Pembahasan RKA IPB Tahun 2017 dan Revisi RKA IPB Tahun 2016.

RKA IPB Tahun 2016 yang disahkan dalam Sidang Paripurna MWA IPB Tanggal 17 Desember 2016 telah disahkan Revisinya oleh MWA dalam Sidang              Paripurna   MWA IPB Tanggal 11 Maret 2016. Adapun Pembahasan RKA IPB Tahun 2017, dijadwalkan  pada bulan Oktober/Nopember 2016 setelah selesainya Musrenbang IPB

6.  Monev Implementasi Statuta IPB berdasarkan Amanat PP 66 Tahun 2013.

Kegiatan Monev Implementasi Statuta IPB berdasarkan Amanat PP 66 Tahun 2013 telah dilakukan  melalui Rapat Pimpinan MWA diperluas yang dihadiri oleh Pimpinan MWA, Ketua dan Anggota Komisi I MWA, Sekretaris Senat Akademik IPB, Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Kajian Strategis, dan Direktur SDM IPB.

7.  Monev Implementasi Organisasi dan Tata Kerja  IPB.

Kegiatan Monev Implementasi Organisasi dan Tata Kerja IPB, telah dilaksanakan pada Sidang Paripurna MWA tanggal 16 September 2016, bersamaaan dengan pembahasan pembentukan unit kerja baru (Unit Transportasi Kampus) yang diusulkan oleh Rektor. Dari hasil kegiatan monev ini, MWA memberikan 2 arahan kepada Rektor yaitu untuk segera: (1)  menyelesaikan dan melengkapi  organisasi  dan tata kelola Sekolah Bisnis IPB secara definitif. Pembukaan Sekolah Bisnis telah disetujui MWA pada tahun 2015 dan saat ini telah menerima mahasiswa baru (S1) sebanyak dua angkatan, namun sampai saat ini belum memiliki Dekan dan Wakil Dekan. (2) menyelesaikan perubahan status Program Diploma menjadi Sekolah Vokasi sesuai dengan amanat dalam Statuta IPB.

8.  Penyusunan Peraturan tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, Pemberhentian, dan Pengangkatan Rektor dan Wakil Rektor.

Draft Peraturan Majelis Wali Amanat IPB Tentangc Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu Rektor Institut Pertanian Bogor, telah dibahas dan disahkan dalam Sidang Paripurna MWA IPB tanggal 30 September 2016, menjadi Peraturan Majelis Wali Amanat IPB Tentang Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, Pemberhentian, dan Penggantian Antar Waktu Rektor Institut Pertanian Bogor. MWA berharap agar peraturan tersebut, dapat segera disosialisasikan kepada seluruh sivitas akademika, tenaga kependidikan IPB, dan  seluruh stakeholders.

9.  Monev Kegiatan Rencana Investasi.

Sebagai tindaklanjut penyelenggaraan IPB Investment Summit (Pertemuan para Innovator dengan Pengguna Teknologi IPB), yang diselenggarakan pada bulan September Tahun 2015, Komisi Pengembangan Bisnis dan Kemitraan (Komisi II) MWA pada bulan Oktober 2016 ini telah mengagendakan pertemuan dengan Wakil Rektor Bidang Sarpras dan Bisnis IPB dengan agenda Monev Kegiatan Rencana Investasi. 

10. Dukungan Terhadap Program Green Campus IPB.

Dalam Sidang Terbuka Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor, tanggal 30 September 2015, telah disampaikan bahwa pelaksanaan uji coba green transportation di Kampus IPB Darmaga, dengan misi green culture, mendorong semangat mahasiswa untuk membangun budaya baru yang ramah lingkungan di lingkungan kamous IPB, dan membiasakan penggunaan sepeda, mobil listrik dan atau berbahan bakar non-fosil, dan bis kampus serta mengatur penggunaan sepeda motor, di lingkungan Kampus IPB Darmaga. MWA IPB telah meminta Rektorat untuk melakukan evaluasi yang seksama secara keseluruhan komponen yang terlibat setelah masa uji coba dilakukan dan terus dilakukan penyempurnaan berdasarkan efisiensi dan efektivitasnya, serta masukan dari seluruh civitas akademika. 

Sesuai dengan rekomendasi Sidang Paripurna MWA tanggal 16 September 2016, Rektor IPB pada tanggal 27 September 2016 telah menyampaikan  dua (2) dokumen kepada Ketua MWA yaitu: Roadmap IPB Green Campus 2020 dan Kajian Teknis dan Finansial Green Transportation IPB.

11. Monitoring dan Evaluasi (Monev) Capaian Indikator Kinerja IPB.

Berdasarkan Keputusan MWA Nomor 11/MWA-IPB/2014 tentang Jadwal Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Kinerja Rektor IPB, Laporan Kinerja Rektor IPB akan disampaikan pada setiap bulan September bertepatan dengan acara Dies Natalis IPB. Sehubungan dengan padatnya acara, pelaksanan yang semula dijadwakan pada tanggal 30 September 2016, dijadwalkan ulang menjadi hari ini, Rabu, tanggal 5 Oktober 2016.  Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT bahwa pada hari ini Rabu, tanggal 05 Oktober 2016  MWA IPB dapat menyelenggarakan Sidang Paripurna Terbuka Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor dengan agenda: Laporan Kinerja Rektor IPB Tahun 2016 .

12. Monitoring dan Evaluasi  Laporan Keuangan dan Manajemen Institut.

Dalam rangka Monev Laporan Keuangan, Pimpinan Komisi Bidang Keuangan dan Administrasi  Umum (Komisi III ) MWA telah menghadiri Rapat Komite Audit IPB dengan KAP dengan KAP Hendrawinata Eddy Siddharta & Tanzil Tanggal 16 September 2016 dengan Agenda Pembahasan Rilis Audit Report IPB Tahun 2015.

Pada kesempatan yang baik ini, MWA menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh organ institut dan kelembagaan di IPB berserta seluruh sivitas akademika serta tenaga kependidikan atas kerjasama yang telah terjalin baik selama ini.

Akhirnya, MWA menyampaikan permohonan maaf bila masih terdapat berbagai kekurangan dalam hal pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang MWA. Kami mengharapkan di masa yang akan datang, kami dapat berkerja lebih baik dengan hasil yang lebih optimal.

Semoga kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas seluruh organ institut, pimpinan dan sivitas akademika IPB mendapat ridha dan bimbingan dari Allah SWT. Aamiin YRA.

Billaahi Taufik Wal Hidayah
Assalamu’alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh


Bogor,  05  Oktober  2016
Ketua MWA,




M. A. Chozin

 
KOMUNIKE BERSAMA 11 PIMPINAN MWA PTN BERBADAH HUKUM PDF Print E-mail
Thursday, 24 March 2016 07:38

KOMUNIKE BERSAMA 11 PIMPINAN MWA PTN BERBADAH HUKUM

Pimpinan Majelis Wali Amanat sebelas Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-bh) menyadari bahwa PTN-bh memiliki peran yang strategis dalam membangun daya saing bangsa di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan dan peradaban yang unggul menuju masyarakat yang adil dan sejahtera.

Majelis Wali Amanat PTN-bh memiliki tugas dan tanggungjawab untuk mendorong terlaksananya penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas, dengan tata kelola organisasi dan keuangan PTN-bh yang terasparan dan akuntabel.

Pimpinan Majelis Wali Amanat sebelas PTN-bh bersepakat untuk membentuk sebuah wadah bersama dalam bentuk Forum Kerjasama MWA PTN-bh agar menjadi tempat berbagi praktik tata kelola yang baik dan mencari solusi bagi permasalahan bersama yang dihadapi PTN-bh. Pada saat yang sama untuk menjalankan perannya sebagai mitra pemerintah dan masyarakat, PTN-bh perlu mendapatkan jaminan atas kebebasan akademik dan otonomi.

Forum Kerjasama MWA PTN-bh ini diharapkan dapat menjadi fasilitator bagi PTN-bh dan Kementerian serta pemangku kepentingan lainnya yang dibidang tugasnya terkait dengan pelaksanaan program kerja, pengelolaan organisasi dan keuangan PTN-bh.

Forum Kerjasama Majelis Wali Amanat sebelas PTN-bh menyadari bahwa dukungan pemerintah sangat diperlukan dalam rangka menjadikan PTN-bh mampu bersaing ditingkat internasional, dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasionaL melalui hilirisasi inovasi.

Forum Kerjasama Majelis Wali Amanat sebelas PTN-bh mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan yang konsisten dan memadai dalam pendanaan, sumber daya manusia, sarana pra sarana dan landasan hukum yang diperlukan oleh PTN-bh dalam rangka meningkatkan pemerataan akses kepada pendidikan tinggi, serta meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan tinggi di Indonesia.

Ditandatangani di  Surabaya, pada tanggal 18 Maret 2016.

Ditandatangani oleh Pimpinan MWA PTN-bh:

1.    MWA Universitas Sumatera Utara
2.    MWA Universitas Indonesia
3.    MWA Institut Teknologi Bandung
4.    MWA Institut Pertanian Bogor
5.    MWA Universitas Pendidikan Indonesia
6.    MWA Universitas Padjajaran
7.    MWA Universitas Diponegoro
8.    MWA Universitas Gajah Mada
9.    MWA Universitas Airlangga
10.    MWA Institut Teknologi Sepuluh November
11.    MWA Universitas Hasanuddin

Last Updated on Saturday, 26 March 2016 10:12
 
« StartPrev1234567NextEnd »

Page 1 of 7


Copyright © 2012 MWA IPB. All Rights Reserved.