Sidang Paripurna Terbuka MWA, Dua Calon Rektor IPB University Paparkan Program Kerjanya di Hadapan Pemangku Kepentingan

Majelis Wali Amanat (MWA) IPB University menyelenggarakan Sidang Paripurna Terbuka "Dengar Pendapat Calon Rektor dengan Pemangku Kepentingan". Acara ini digelar di IPB International Convention Center (IICC), (9/11) secara luring dan daring melalui Channel Youtube IPB TV.

Prof Tridoyo Kusumastanto, Ketua MWA IPB University dalam sambutannya menyampaikan acara ini merupakan bagian yang sangat penting untuk masa depan IPB University. “Proses Dengar Pendapat Calon Rektor dengan Pemangku Kepentingan ini mendekati tahap akhir dari proses Pemilihan Rektor IPB University 2023-2028,” ujarnya.   

Ia menambahkan, MWA sebagai representasi stakeholder, menyelenggarakan acara ini dalam rangka pertanggungjawaban dan menggali aspirasi dari para pemangku kepentingan juga masyarakat luas. MWA juga ingin menghimpun gagasan brilian dari para Calon Rektor sehingga IPB University bisa berkembang sebagai universitas unggul dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Inovasi. “Dalam situasi yang cepat berubah dan adanya perubahan geopolitik serta ekonomi, maka IPB University sangat memerlukan pemimpin yang mampu mengatasi perubahan dengan presisi tinggi, agile dan mampu beradaptasi,” imbuhnya.   

Prof Tridoyo menambahkan para calon rektor ini terpilih setelah melalui proses musyawarah dengan rukun guyub dan menghimpun aspirasi dari stakeholders. Dua calon rektor yang terpilih yaitu Prof Arif Satria dan Dr Sahara. “Terimakasih kepada Senat Akademik, Dewan Guru Besar yang telah bekerja sama untuk membangun kemajuan IPB University. Kegiatan ini akan memperkaya perspektif, saling dukung dalam mencapai pengelolaan IPB University menjadi techno socio entrepreneur university,” tandasnya.   

Sementara itu, dalam presentasinya, Calon Rektor Incumbent, Prof Arif Satria menyampaikan 10 strategi IPB University dalam mencapai menghasilkan techno socio entrepreneur unggul pada periode 2023-2028. Yakni ekosistem pendidikan yang inovatif, pemantapan ekosistem riset kolaboratif, penguatan IPB Hadir, penguatan science technopark sebagai sentra pengelolaan inovasi, pengembangan bisnis inovasi dan kepakaran, penguatan transformasi organisasi IPB University yang smart, agile dan resilience, pengembangan ekosistem talenta dan sumberdaya manusia yang inovatif dan adaptif.   “Selain itu, kita juga akan melakukan diversifikasi sumber penerimaan IPB University dan penguatan tata kelola sumber keuangan, pengembangan infrastruktur yang smart, green dan safe, pengembangan informasi dan teknologi berbasis internet of things, big data yang handal dan aman, pengembangan prestasi, talenta kepemimpinan tangguh,” jelas Prof Arif.

Sementara Calon Rektor Dr Sahara dalam program kerjanya menyebutkan tentang peningkatan mutu pendidikan dalam menghasilkan sumberdaya manusia yang agile, resilient, adaptif dan memiliki digital mindset yang kuat.   Dr Sahara menghimpun 12 program kerja. Yakni pemutakhiran dan digitalisasi, penyempurnaan kurikulum pendidikan K2020, peningkatan konten pembelajaran, pemantapan dan pengembangan program studi, penguatan pendidikan vokasi, akreditasi dan program studi, terobosan program mahasiswa baru, peningkatan mobilitas dosen dan mahasiswa, penguatan prestasi dan kemampuan softskill, kerjasama dengan universitas luar negeri, mempercepat pembentukan dan penerimaan mahasiswa di fakultas.

Selain melakukan presentasi, dua calon rektor mendapat tanggapan dari tiga panelis yaitu Prof Aman Wirakartakusumah, Rektor IPB University periode 1998, Prof Yonny Koesmaryono, Ketua Senat Akademik dan Prof Evy Damayanthi, Ketua Dewan Guru Besar. Tak hanya itu, sejumlah pertanyaan juga dilontarkan warga IPB University turut menyaksikan acara ini.  (dh/Zul)

 

Published Date : 09-Nov-2022

Narasumber : Prof Tridoyo Kusumastanto, Prof Arif Satria, Dr Sahara

Kata kunci : IPB University, Calon Rektor, Pemilihan Rektor, MWA

SDG : SDG 4 - PENDIDIKAN BERMUTU, SDG 16 - PERDAMAIAN, KEADILAN, DAN KELEMBAGAAN YANG KUAT

Comments are closed.